pustakabasa

PustakaBasa Sebuah Project untuk Indonesia

This entry was posted on Saturday, March 24th, 2012.

Selama beberapa minggu kemarin, saya sepertinya lebih cocok disebut sebagai mahasiswa jurusan budaya atau mahasiswa jurusan bahasa dibanding mahasiswa jurusan IT. Lho kok bisa?? Iya nih, soalnya beberapa minggu ini, saya disibukan dengan penelitian tentang budaya dan bahasa daerah di Indonesia. Banyak literatur dan jurnal ilmiah tentang budaya dan bahasa daerah yang udah saya baca. Sampai-sampai saking ngototnya, ada beberapa istilah dan data-data yang sampe saya hapal di luar kepala.

Eits… jangan-jangan kamu pikir saya mau pindah jurusan ya?? Hush… ngaco!

Jadi gini, saya sedang nyusun skripsi, dan saya udah tetapkan pilihan saya jatuh pada konten bahasa daerah. Lebih tepatnya saya mau bikin aplikasi yang konten utamanya adalah bahasa daerah. Nanti saya jelasin lebih jauh. Tapi sebelumnya, saya mau berbagi informasi tentang apa yang telah saya temukan dari penjurusan budaya dan bahasa saya kemarin.

Kamu semua udah pasti tau kan kalau negara Indonesia ini adalah negara yang sangat kaya akan budaya. Ya fakta ini hampir seluruh dunia mengakuinya kok. Jamrud khatulistiwa yang punya 1001 budaya. Hebat kan? Tapi budaya yang saya maksud di sini adalah budaya yang sifatnya lebih ke arah tradisional dan karakter bangsa, jadi korupsi nggak termasuk. TUHAAAN…. Kapan negara kami bebas dari korupsi???

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya, dan semua orang tau itu (Sengaja diulang biar keliatan serius). Budaya di Indonesia sangat beragam, mulai dari tarian adat, rumah adat, pakaian adat, upacara keagamaan, makanan khas daerah, kesenian tradisional, bahasa daerah, dan masih banayak lagi yang lainnya. Kalau Jepang adalah negara maju yang kaya akan budaya, seharusnya itu nggak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan Indonesia.

Oke, siapa pun tau kalau Indonesia punya beragam budaya (sengaja diulang biar keliatan serius). Kita kerucutkan pada satu pembahasan yaitu bahasa daerah. Sekarang siapa yang tau total jumlah bahasa daerah yang ada di Indonesia?? Coba jawab, tapi jangan searching di google. Bisa nggak?? Hahaha… Kayaknya saya ngerasa keren banget deh udah tau tentang jumlah bahasa daerah di Indonesia ~(^0^~)

Jadi, dalam Ethnologue: Language of The World (2005), tercatat bahwa Indonesia memiliki 742 jenis bahasa daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dan kerennya lagi, Indonesia menempati urutan ke-2 dalam hal banyak bahasa daerah dari seluruh negara di dunia. Negara terbanyak jenis bahasa daerah yang pertama adalah Papua New Guinea yang punya 820 bahasa daerah. Sungguh sebuah fakta yang sangat keren sekali, dan patut kita banggakan. Beda halnya dengan fakta bahwa Indonesia adalah salah satu dari negara koruptor di dunia, sangat mengecewakan. TUHAAAN…. Kapan negara kami bebas dari korupsi???

Namun sayang, seiring waktu berlalu nggak semua bahasa daerah yang ada di Indonesia mampu bertahan dan bisa lestari. Ada beberapa bahasa daerah yang saat ini berpotensi untuk mengalami kepunahan, bahkan ada beberapa bahasa daerah yang telah benar-benar punah, karena nggak ada lagi penuturnya. Itu merupakan sesuatu hal yang sangat disayangkan. -_-

Bahkan, total bahasa daerah yang diperkirakan akan berpotensi mengalami kepunahan yang ada di Indonesia itu ada sekitar 257 bahasa, sangat tragis sekali. Berikut tabel datanya (cf. Pieter J dan Helja Heikkinen Clouse. 1991; SIL, 2006).

Nama Pulau Total Bahasa Daerah Terancam Punah
Papua 208
Maluku 4
Maluku Utara 3
Sulawesi 16
NTT 12
Kalimantan 13
Sumatra 1
JUMLAH 257

Emang sih ada banyak faktor yang menyebabkan sebuah bahasa daerah di Indonesia bisa terancam punah atau bahkan mengalami kepunahan. Menurut Fanny Henry Tondo dalam jurnal ilmiah yang berjudul “Kepunahan Bahasa-bahasa daerah: Faktor Penyebab dan Implikasi Etnolinguistis”, bahwa faktor-faktor penyebab sebuah bahasa bahasa daerah di Indonesia terancam punah atau mengalami kepunahan adalah karena:

  1. Pengaruh bahasa mayoritas di mana bahasa daerah tersebut digunakan.
  2. Kondisi masyarakat penuturnya yang bilingual atau bahkan multilingual.
  3. Faktor globalisasi.
  4. Faktor migrasi (migration).
  5. Perkawinan antaretnik (intermarriage).
  6. Bencana alam dan musibah.
  7. Kurangnya pengajargaan terhadap bahasa etnik sendiri.
  8. Kurangnya intensitas berbahasa daerah dalam berbagai ranah khususnya dalam ranah rumah tangga.
    Faktor ekonomi.
  9. Persaingan dengan bahasa Indonesia.

 

Sangat disayangkan sekali ya boy, kalau sampai bahasa daerah di Indonesia semakin habis saja karena punah. 257 bukan angka kecil lho… Bayangkan 257 bahasa daerah terancam punah!

Sekarang rasanya yang masih benar-benar menggunakan bahasa daerah mungkin hanya tinggal genesrasi tua saja, adapun generasi muda cenderung menganggap bahasa daerah itu nggak keren dan terkesan kampungan. Haduuh… kacau banget (sebagai orang yg terlahir tanpa punya bahasa daerah, saya ikut sedih).

Nah, karena itu semua lah, perlu adanya upaya penyelamatan terhadap bahasa daerah ini. Salah satu caranya adalah dengan pendokumentasian.
Skripsi saya pada intinya adalah merancang dan membangun sebuah aplikasi sejenis kamus yang rencananya adalah untuk pendokumentasian seluruh bahasa daerah yang ada di Indonesia. SELURUH, gila nggak lo kres?? Sekarang pegang aja itu dulu, di postingan selanjutnya, akan saya sampaikan rancangan aplikasi saya ini, dan mengapa saya bilang seluruh. Oh ya, tapi untuk skripsi, mungkin saya fokuskan pada satu bahasa daerah terdekat dengan saya dulu, yaitu bahasa Sunda (kalau langsung seluruh bahasa daerah, mampuslah gue, nggak kelar-kelar dong skripsinya) tapi sebenernya sistemnya memang untuk seluruh bahasa daerah.

Saya sangat respect dan apresiasi sekali dengan teman-teman yang udah mengisnpirasi saya, terutama dalam kaitannya dengan ide untuk membuat aplikasi ini. Seperti temen-temen yang udah membangun kamusjowo.com, kamusbahasasunda.com, bahasa-nusantara.com, translatornusantara.com. Dan respect sekali buat Feriawan Agung Nugroho yang udah membangun aplikasi 5 Kamus Bahasa Daerah (Ngapak, Ambon, Jawa, Nias dan Sunda). Karya kalian sangat mengispirasi sekali. Doakan saya, semoga saya juga bisa turut berkarya seperti kalian.

Oh ya, aplikasi yang saya buat nanti adalah aplikasi berbasis web, dan aplikasi itu saya namakan PustakaBasa.

Saya minta doanya dari semua pembaca, teman-teman, pendahulu saya, bahkan seluruh masyarakat Indonesia, semoga project ini bisa sukses dan berjalan lancar sampe bener-bener terwujud PustakaBasa. Kelulusan saya, saya pertaruhkan untuk aplikasi ini.

 

Referensi:

  • Gunawan, Asim. 2006. “Kasus-kasus Pergeseran Bahasa Daerah: Akibat Persaingan dengan Bahasa Indonesia?” Jurnal ilmiah Masyarakat Linguistik Indonesia, Februari 2006, Tahun ke-24, Nomor 1. Jakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia Bekerjasama dengan Yayasan Obor Indonesia.
  • Henry Tondo, Fanny. 2009. “Kepunahan Bahasa-bahasa Daerah: Faktor Penyebab dan Implikasi Etnolinguistis”. Jurnal Ilmiah Masyarakat & Budaya, Volume 11 No.2 Tahun 2009. Makalah Seminar Intern Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB)-LIPI pada tanggal 6 September 2007.
  • Katubi. 2005. “Pemilihan Bahasa dan Perubahan Identitas Kultural”. Dalam Katubi (ed.), Identitas Etnolinguistik Orang Hamap: Kode Etnisitas dan Bahasa Simbol. Jakarta: LIPI Press.
SUBSCRIBE TO NEWSLETTER

About

Seorang makhluk bulan yang sedang bertamasya di Bumi. Untuk mengisi waktu luang di Bumi, doi menghabiskan waktu dengan coding, nonton anime dan tidur. Nggak suka makan sayur-sayuran. Dan punya pendapat bahwa sayur-sayuran diciptakan Tuhan bukan untuk dimakan, tapi untuk menghias makanan. Berbakat untuk mengundang perhatian. Bersama teman-temannya di Bumi, membuat sebuah website yang disebut CodePolitan. Bersama CodePolitan, doi melakukan banyak hal keren dan menyenangkan.