Nikmati Prosesnya

This entry was posted on Wednesday, August 31st, 2016.
Tags: ,

Ketika kita ingin menuju pada sesuatu, sering kali kita lupa bahwa ada proses menuju yang harus kita jalani. Kita terlalu fokus memikirkan tujuan akhir kita, sibuk memikirkan segala kemungkinannya tapi lupa bahwa kita juga harus menikmati setiap proses yang dilaluinya.

Ingatlah bahkan tujuan besar yang sedang kita tuju pun merupakan rangkaian dari proses-proses sederhana. Tidaklah ada sebuah pencapaian besar tanpa dimulai dengan langkah-langkah kecil.

Banyak dari kita yang ingin menuju sesuatu namun hanya fokus pada tujuan saja, tapi tanpa mau memulai prosesnya. Misalnya ingin menjadi penghafal Al-Qur’an. Alih-alih segera memulai untuk menghafal satu ayat pertama, kita lebih cenderung sibuk memikirkan keinginan kita untuk bisa menjadi penghafal Al-Qur’an tanpa melakukan apapun. Bagaimana mungkin kita bangun tidur tiba-tiba hafal 30 juz Al-Qur’an? Ya, kita harus mulai prosesnya. Menghafal Al-Qur’an adalah perkara besar yang diimpikan oleh setiap muslim, tapi tetap harus dimulai dengan menghafal 1 ayat terlebih dahulu, dimulai dengan menghafal 1 halaman terlebih dahulu, 1 surat terlebih dahulu. Tidak akan pernah kemana-mana jika hanya dipikirkan saja tanpa memulai prosesnya.

Analogi sederhana kita ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung. Di Bandung kita punya tempat spesifik yang ingin kita kunjungi, sebagai contoh kita ingin pergi ke Masjid Daarut Tauhid. Kita sudah membayangkan wah nanti kalau saya sampe tujuan saya akan begini dan begini, wah enaknya nanti bisa ini dan bisa ini. Tapi kita hanya diam saja di kamar. Apakah kita akan sampai ke tempat tujuan? Tidak. Bahkan kita tidak akan kemana-mana. Mulailah dengan bangun dari tempat tidur terlebih dahulu. Kemudian lanjutkan dengan mandi. Setelahnya lanjutkan dengan berpakaian dan mengecek kendaraan. Dan seterusnya dan seterusnya. Bangun dari tempat tidur adalah hal yang sangat sederhana. Tapi tanpanya kita tidak akan pernah sampe tujuan.

Setelah memulai prosesnya ada satu lagi yang terkadang kita lupa, yaitu menikmati prosesnya. Sering kali kita terlalu terburu-buru ingin sampai tujuan yang akhirnya justru malah membuat kita gagal sampe tujuan karena keterburu-buruan kita.

Kembali ke menghafal Al-Qur’an. Ingatlah menghafal Al-Qur’an adalah sesuatu yang besar dan tujuan kita. Anggap saja misalnya kita sudah mulai menghafal ayat demi ayat. Kita sudah mulai hafal halaman demi halaman dan sudah ada beberapa surat yang kita hafal. Tapi kita tidak akan pernah sampai pada 30 juz jika kita kemudian lelah berproses dan tidak menikmati prosesnya.

Kita ingin cepat sampai ke tujuan boleh-boleh saja, tapi ingatlah nikmati prosesnya. Karena sering kali perasaan tidak sabar ingin sampai justru mengakhiri segalanya. Sebagai contoh kita mengendarai motor dari rumah ke kantor. Kita ingin cepat sampai kantor akhirnya kita tancap gas, ngebut. Karena terburu-buru, akhirnya kita tidak waspada dan malah terjadi sebuah kecelakaan. Alih-alih dengan keterburu-buruan kita bisa mempercepat kita sampe tujuan, yang ada malahan kita sampai ke rumah sakit. Cepat boleh-boleh saja, tapi tetap harus dinikmati prosesnya. Jangan lupa untuk tengok kanan dan kiri, jangan lupa untuk menyalakan lampu sein ketika akan berbelok, jika ada lampu merah harus berhenti, jangan melawan arus dan lain sebagainya.

Cepat memang bagus, tapi yang lebih penting adalah sampai pada tujuannya. Apalah artinya cepat jika malah menjauhkan kita dari tujuan? Bukankah lebih baik lambat namun sampai tujuan?

Tapi yang perlu diingat adalah menikmati proses bukan berarti melambat-lambat dan bersantai-santai. Menikmati proses adalah proporsional dalam melangkah. Kita tau kapan waktunya cepat dan kapan waktunya melambat. Nikmati naik turunnya jalan. Mungkin dalam perjalanan berproses kita sedikit lelah, istirahatlah sejenak renungkan langkah-langkah yang telah kita lalui, catat kesalahan-kesalahan yang sebelumnya kita lakukan di langkah terdahulu agar kita tidak ulangi di langkah selanjutnya, timbang-timbanglah jalan mana yang paling baik untuk jalan yang kita tuju selanjutnya. Dan ketika rasa letih sudah mulai hilang, segeralah kembali berproses.

Kawan, berproses untuk menggapai tujuan memang tidak pernah mudah. Terkadang kita harus kepanasan. Terkadang kita harus terjatuh. Terkadang kita melalui jalan berduri, jalan berkelok, jalan menanjak. Terkadang kita harus menangis dan berdarah-darah. Tapi itu adalah proses yang harus kita lalui. Seberapa besar azzam kita untuk sampai pada tujuan itulah yang akan berperan. Jika azzam dangkal, mungkin saja kita akan menyerah. Tapi jika azzam kita kuat, itu semua tidak akan jadi soal, karena kita tau betapa indahnya mencapai tujuan.

Semoga kita bisa sampai pada tujuan yang kita cita-citakan. Bisa sabar dalam menikmati manis pahitnya proses perjuangan ini. Karena indahnya sampai ke puncak tujuan hanya akan benar-benar terasa jika kita menikmati letih dan sukarnya menanjak. Selamat berproses kawan.

(Nasihat untuk diri sendiri)

SUBSCRIBE TO NEWSLETTER

About

Seorang makhluk bulan yang sedang bertamasya di Bumi. Untuk mengisi waktu luang di Bumi, doi menghabiskan waktu dengan coding, nonton anime dan tidur. Nggak suka makan sayur-sayuran. Dan punya pendapat bahwa sayur-sayuran diciptakan Tuhan bukan untuk dimakan, tapi untuk menghias makanan. Berbakat untuk mengundang perhatian. Bersama teman-temannya di Bumi, membuat sebuah website yang disebut CodePolitan. Bersama CodePolitan, doi melakukan banyak hal keren dan menyenangkan.